Bekasi — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Kp Pintu RT 03/ RW 03 Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/11/2025). Masyarakat bersama aparatur desa menggelar tradisi Sukuran Hasil Panen atau Hajat Bumi, sebuah adat turun-temurun yang menjadi wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari hasil pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Bantarjaya Pelda Yon Hendra dari Koramil 11/Pebayuran, yang turut memberikan dukungan moril serta mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat.
Sekretaris Desa Bantarjaya Ayi Juherdi menyampaikan bahwa tradisi Hajat Bumi merupakan bentuk kebersamaan warga dalam merawat tradisi nenek moyang.
“Acara ini adalah ungkapan syukur kita semua atas panen tahun ini. Semoga membawa berkah dan menjaga persatuan warga,” ujarnya.
Tokoh masyarakat, Nurdin, menambahkan bahwa tradisi seperti ini sudah ada sejak leluhur dahulu.
“Ini bukan sekadar acara adat, tapi pengingat bahwa hasil bumi adalah amanah. Kita wajib bersyukur dan menjaga harmoni antarwarga,” ucapnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Herman, para ketua RW dan RT, serta warga setempat turut memenuhi lokasi acara. Mereka bersama-sama menikmati rangkaian simbolik syukuran dan doa bersama.
Babinsa Pelda Yon Hendra mengatakan bahwa masyarakat Desa Bantarjaya dikenal memiliki kekompakan dan kepedulian tinggi.
“Warga di sini memang guyub, selalu saling membantu. TNI hadir untuk mendampingi dan memperkuat semangat kebersamaan seperti ini,” ungkapnya.
Danramil 11/Pebayuran, Kapten Arm Dikin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi budaya tersebut.
“Kegiatan seperti Hajat Bumi ini bukan hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Kami sangat mendukung,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan hingga selesai. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya syukur dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat pedesaan Bekasi.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)



















