Jakarta Barat – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan balita yang hanyut di saluran air wilayah Kembangan, Jakarta Barat, dalam kondisi meninggal dunia (MD), Kamis (9/4/2026) pagi.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian serius soal keselamatan anak di lingkungan permukiman.
Korban diketahui bernama Muhammad Haadi Khairul Haafizhi (3 tahun 11 bulan), warga Kelurahan Srengseng.
Menurut Saksi Maman di Lokasi Korban Sempat Terpeleset Saat Bermain Hujan
Salah satu saksi mata, warga sekitar lokasi kejadian, menuturkan bahwa sebelum hanyut, korban terlihat bermain hujan bersama beberapa temannya di sekitar saluran air.
“Awalnya anak-anak pada main hujan. Air di got lagi deras. Tiba-tiba korban terpeleset, langsung masuk ke gorong-gorong.
Teman-temannya sempat teriak minta tolong,” ujar seorang warga di lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian secara manual di sekitar gorong-gorong, namun derasnya arus air membuat korban dengan cepat hilang dari pandangan.
Riswan Petugas Penyelamat mengatakan Penyisiran Dilakukan Hingga 5 Kilometer
Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan pencarian sejak Rabu sore hingga malam hari.
Memasuki hari kedua, operasi diperluas dengan membagi personel ke dalam tiga SRU.
Perwakilan tim SAR menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dari titik awal hingga aliran sungai yang lebih besar.
“Kami menyisir dari gorong-gorong hingga aliran Kali Pesanggrahan. Jarak pencarian mencapai kurang lebih 5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut,” jelas Riswan
Riswan melanjutkan
Korban akhirnya ditemukan pada Kamis 9/4/2026 pagi pukul 08.35 WIB di aliran Cengkareng Drain, Kelurahan Kedaung Kali Angke.
Pihak keluarga korban mengaku sangat terpukul atas kejadian ini, Orang tua korban, Karno Utomo, menerima jenazah anaknya dengan suasana haru.
Perwakilan keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar saluran air terbuka.
“Kami berharap ini jadi pelajaran bagi semua. Mohon orang tua lebih mengawasi anak-anaknya,” ujar Karno pihak keluarga.
Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si, Walikota Jakarta Barat yang turut hadir ke rumah duka menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami turut berduka cita. Ini menjadi perhatian kita bersama agar pengawasan terhadap anak-anak lebih ditingkatkan, terutama saat musim hujan dan di area rawan seperti saluran air,” tuturnya
Joko Suparno Camat Kembangan mengaku pihaknya dan tim gabungan akan melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan, khususnya saluran air terbuka yang berpotensi membahayakan.
Operasi SAR Ditutup, Sinergi Tim Jadi Kunci
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 09.40 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, Adapun unsur yang terlibat meliputi BPBD DKI Jakarta, Basarnas, TNI-Polri, Sudin Gulkarmat, relawan, hingga masyarakat sekitar.














Komentar